Tampilkan postingan dengan label ustad solmed. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ustad solmed. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Agustus 2013

Sebut Hong Kong Jadi 'Republik Hong Kong', Ustad Solmed Diprotes

Kasus Ustad Solmed dengan Majelis Taklim di Hongkong yang ikut mambawa-bawa nama TKI akhirnya dilanjutkan dengan permintaan maaf dari Ustad Solmed. Namun entah sengaja atau tidak, saat meminta maaf, Ustad Solmed menyebut Hong Kong sebagai 'Republik Hong Kong' yang langsung saja mendapat cibiran dari orang-orang yang membacanya. Suami dari mantan model dan pemain sinetron April Jasmine ini mengatakan sudah menutup permasalahan soal tarif dakwah. Solmed tak mau lagi memperpanjang masalah, ia pun meminta maaf di depan media.
"Mulai hari ini dari hati paling dalam, tulus. Dengan dasar sahabat-sahabat semua, saudara saya, sebangsa, setanah air dan seakidah. Dengan ini apa yang terjadi yang saya anggap bisa merugikan saya, sudah saya maafkan. Saya sebagai manusia biasa ada hal yang salah dalam berucap dan bertingkah. Saya memohon maaf atas kesalahan itu kepada teman-teman. Akhiri persoalan ini, bangun kembali dakwah bukan di tanah air tapi juga di republik Hong Kong," lanjutnya.
Seperti dilansir detikhot.com, berikut ini adalah sindiran dan cibiran yang dilontarkan buat Ustad Solmed karena menyebut Republik Hong Kong dalam permintaan maaf-nya :
  • Eq : "med minta maaf nya sama Allah"
  • Anxx Poexxxx : "Caranya meminta ma\apos;af pun masih dengan kata-kata yg sombong"
  • Wixx xxxxxoro : "Ustad kalo minta maaf kok ga iklas,,,seolah olah merasa ga bersalah,,,merasa orang lain yg salah n dia yg merasa paling benar,,,met,,,met,,"
  • Txxx xxxmi Puxxxxxari : "Wkwkwk... Republik Hong Kong, med?!...."
  • xxxxxxxtin : "Namanya juga Ustad jadi-jadian, hasil dari Pencitraan Media"
  • Nexx Ayxxxx "gkgkgkgkgkgkgk HONGKONG kok republik??? Kapan merdekanya bung??? Org gk tau kok ya bs nya ngmg asal ceplos aje?"
  • Gixxbxxxxng : "kok republik hongkong?hongkong mah kesultanan atuh..tarif tinggi kok gak tau."
  • Xxxxama : "Republik Hongkong??? Ustad ni ilmunya kurang luas.."
  • tixxxxkesxxx : "Iya.. Hong Kong itu sdh masuk ke wilayah Administrasi RRC yg memperoleh Otonomi penuh kecuali dlm hubungan diplomatik dan urusan pertahanan. Ustad ini taunya cuma ngejar target dakwah yg gede bayarannya aja kali dgn bermodal ilmu agama yg saya yakin masih belum sehebat ahli-ahli fikih seperti Quraish Shihab.. Dia pasti nyadar dia ganteng n sering diekpos media, makanya tarif ekh upah dia udah kaya USD, naik terus... Maklum dia udah kaya selebritis yg suka kamera.."
  • xxxxatpemxxxxxamax : "republik hongkong.?? ...emang HKG republik.??"
  • xxxxxana Dxxxx : "Lhoo....hongkong kan daerah admistratif Kapan jadi republik...??"
Pernyataan maaf yang terucap langsung dari mulut Ustad Solmed sendiri ini dilakukan usai dirinya mengisi acara 'Show Imah' Selasa (27/8/2013). Di hadapan awak media yang sudah menunggu, Ustad Solmed langsung mengeluarkan pernyataan maaf didampingi para sahabatnya, seperti Ustad Uyad, Aa Reza, Ustad Kembar dan Habib Fahri.
"Satu pernyataan saja, saya melihat persoalan ini sudah tidak sehat, semua saling lempar, ping-pong, sampai-sampai yang tidak tahu menahu angkat bicara. Nggak sehat cara kita berbangsa dan negara," ucapnya sambil tersenyum.
Ayah satu anak itu pun menyatakan sudah tidak ada lagi persoalan yang perlu dibicarakan. Semua masalah tarif di Hong Kong sudah selesai. Sebelumnya, Ustad Solmed juga menuturkan permintaan maaf-nya secara live dalam tayangan 'Show Imah' pada hari Selasa (27/8/2013).
"Bravo, selamat buat teman-teman, terus berdakwah di tanah air maupun di Hong Kong," tutupnya.
(Op);sumber:detikhot

Kamis, 22 Agustus 2013

Ustad Solmed Hina FPI : "Dai Ecek-Ecek, Murahan, Ngiri Lo?"

Pihak Front Pembela Islam (FPI) menyarankan Ustadz Solmed untuk bertobat dan meminta maaf kepada para jamaah di Hong Kong. Namun bukannya meminta maaf, Ustad Solmed justru melakukan perlawanan dan balas menghina dai FPI. Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta, Ustadz H. Novel Bamu'min mengaku justru mendapat serangan yang berupa penghinaan dari suami April Jasmine itu.
"Belum minta maaf. Sering banget kita nasihati dia (Solmed). Bukannya minta maaf, dia malah nyerang kita. Jadinya saling serang gitu, enggak ada, dia minta maaf," kata ustadz Novel seperti dilansir Okezone.
Bukan hanya itu, Ustadz Novel juga mendapat serangan dari orang yang mendukung Solmed. Melalui orang suruhannya, Solmed justru menganggap Ustadz Novel iri terhadap kesuksesannya.
"Kalau ancaman adalah biasa serangan-serangan ada yang mungkin dekat dengan ustadz itu. Ini lagi ribut sama dia, sudah main kata-kataan lah. Lewat orangnya dia, yang masih orang FPI, dia mau nelfon saya, minta nomor saya. Dia bilang, 'dai ecek-ecek, murahan, ngiri lo?'. Sudah enggak masalah yang begitu, kita dianggap kecil. Kan dia orang ngetop, dai internasional," sindirnya.
Meski demikian, Ustad Novel belum mau membawa masalah ini ke ranah hukum. "Belum sampai ke situ, kita lihat saja nanti perkembangannya," pungkasnya.

Selasa, 20 Agustus 2013

FPI: "Haram Hukumnya Mengundang Ustad Solmed Berdakwah!"

Front Pembela Islam (FPI) mengeluarkan komentar keras terhadap kasus yang dialami Ustad Solmed dengan majelis taklim di Hong Kong. Seperti diketahui, majelis taklim tersebut batal mengundang Ustad Solmed karena meminta tarif atau bayaran terlampau tinggi yakni sampai 1,3 milyar. FPI bahkan mengharamkan untuk mengundang Solmed berdakwah.
Menurut Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta, Ustadz H. Novel Bamu'min, bukan sekali dua kali, Ustad Solmed memang sering membatalkan acara secara sepihak atau meminta bayaran yang tinggi saat berceramah sejak masih aktif di FPI. Solmed merupakan mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) FPI Pusat. Karena kelakuannya ini, akhirnya Ustad Solmed dipecat dari jabatannya.
"Makanya sebenarnya Solmed jabatan sudah tinggi di Dewan Pimpinan Pusat, Dai Nasional, tapi dengan keadaan begitu kita pecat. Kita sudah peringatin waktu masih di FPI. Karena haram bagi dai FPI menarifkan atau mengkomersilkan dakwah. Enggak boleh pasang tarif. Dakwah harus dengan perjuangan, dan keikhlasan," kata Novel seperti dilansir Okezone.
Lantaran sudah terlalu resah melihat tingkah Solmed yang dinilai keterlaluan, Novel pun  meminta kepada perwakilan lima wilayah di Jakarta agar mengharamkan mengundang Solmed berdakwah.
"Solmed ini sudah keterlaluan. Makanya saya menginstruksikan sebagai seketaris FPI Jakarta agar DPW (Dewan Perwakilan Wilayah) dan DPC (Dewan Perwakilan Cabang) Jakarta menghimbau kepada masyarakat umum untuk tidak mengundang Solmed. Haram mengundang ustadz Solmed," tegasnya.

Selasa, 13 Agustus 2013

Dicap Sebagai Ustadz Mahal Bertarif Tinggi, Ustad Solmed Meradang

Ustadz Sholehuddin Mahmoed alias Ustad Solmed dikabarkan suka minta bayaran atau tarif mahal ketika berdakwah, terutama di luar Indonesia. Kabar sebagai Ustad bertarif mahal itu tercium saat Ustad Solmed dakwah di Hong Kong, Juni 2013. Namun Ustad Solmed membantah tegas tudingan miring tersebut.
"Setiap dakwah, saya tidak pernah minta bayaran dan tidak pernah dibisniskan," tegas Solmed di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (12/8/2013) kemarin.
Menurutnya, dakwahnya di Hong Kong terpaksa ia batalkan, setelah ia tahu kalau pengunjung (jamaah) ternyata dimintai bayaran oleh event organizer penyelenggara acara. "Saya enggak mau, justru saya yang protes," jelas Solmed.
Di depan EO, Solmed sempat mengancam, jika tetap minta bayaran dari jemaah, ia tidak bersedia datang dan berdakwah di Hong Kong. "Saya dakwah ikhlas, tapi di lokasi, jemaah disuruh bayar," ujarnya.
Kasus Ustad Solmed yang dianggap sebagai 'Ustad matre', tercium setelah media lokal setempat memberitakannya dengan judul 'Tarif Ustad Dipasang, EO Hongkong Meradang' pada tanggal 23 Juni 2013.
Ketika itu, Ustad Solmed dijadwalkan berdakwah di Lapangan Victoria. Diceritakan dalam media lokal itu, sekelompok jemaah yang menamakan diri 'Thariqul Jannah' mengaku kecewa saat Solmed secara mendadak menaikkan honor tampil sepihak. Lifah Khalifah, Ketua Thariqul Jannah, mengaku kecewa. Lifah bahkan menyebutkan Solmed sebagai Ustadz materialistis.
Menurut Lifah, kesepakatan semula telah disetujui pihaknya dengan Solmed. Lewat telepon dan SMS, sang ustadz muda berumur 30 tahun itu menyetujui honor yang sudah disepakati. Selain honor tampil, Solmed juga setuju menerima tiket Jakarta-Hongkong PP untuk kelas ekonomi, penginapan dan konsumsi, serta tambahan dana transportasi lokal.
Namun, melalui manajernya, Rijal, Ustaz Solmed minta tambahan honor menjadi Rp 150 juta, serta tiket pesawat Jakarta-Hongkong PP untuk dua orang dan satu kamar mewah di hotel berbintang. Ustad Solmed tidak mau tinggal di penginapan 'ecek-ecek' yang disediakan TKI.